News

Memperingati Hari Amal Bhakti Ke-74

Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si., membacakan sambutan Menteri Agama RI dalam upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-70 Tahun pada hari Minggu (03/01) di halaman Aula Multi Purpose UIN SGD Bandung. Dalam isi sambutannya Menteri Agama mengajak seluruh aparatur yang berada dibawah naungan Kementerian Agama RI untuk mewujudkan lima nilai budaya kerja Kementerian Agama, yaitu Integritas, Profesionalitas, Inovatif, Tanggung Jawab dan Keteladanan.

Peringatan HAB membawa pesan pada kita semua untuk bersama-sama mewujudkan supremasi nilai-nilai ke-Tuhanan dan keagamaan sebagai spirit pembangunan bangsa yang tidak dapat tergantikan. Sesuai dengan tema peringatan HAB ke-70 tahun yaitu, “Meneguhkan Revolusi Mental Untuk Kementerian Agama yang Bersih dan Melayani”, peringatan Hari Amal Bakti tahun ini diharapkan memperkuat komitmen aparatur Kementerian Agama terhadap Integritas, Etos Kerja dan Gotong Royong di era revolusi mental sekarang ini.

“Seiring dengan itu, saya mengajak kita semua, mari mewujudkan lima nilai budaya kerja Kementerian Agama, yaitu Integritas, Profesionalitas, Inovatif, Tanggung Jawab dan Keteladanan,” demikian pesan Menteri Agama dalam sambutannya yang disampaikan oleh Rektor pada upacara bendera memperingati HAB ke-70 Kemenag tahun 2016. Upacara yang diikuti seluruh staff Dosen dan Karyawan UIN SGD Bandung.

Ditandaskan Menteri Agama, setiap pejabat dan birokrat hakikatnya adalah pamong, khadim dan pelayan masyarakat, bukan pangreh dan priayi dalam struktur budaya kolonial dan feodal.Kementerian Agama telah melakukan percepatan Reformasi Birokrasi yang menghasilkan peningkatan kinerja cukup signifikan. Kementerian Agama telah menerapkan audit kinerja, meningkatkan akuntabilitas publik, menata kedisiplinan pegawai, mencegah potensi terjadinya korupsi serta mengembangkan pelayanan berbasis teknologi informasi.

Dalam peringatan HAB yang serentak dilakukan seluruh pegawai Kementerian Agama di Tanah Air, Menteri Agama menyampaikan apresiasinya kepada jajaran aparatur di seluruh Indonesia yang telah menunjukan loyalitas, prestasi kerja dan dedikasi dalam upaya membangun sistem birokrasi modern dan profesional yang menjadi tujuan kita bersama. “Sejalan dengan itu, saya mengajak saudara sekalian marilah menjadi pelaku dan inspirator perubahan ke arah perbaikan,”. Menurut Menteri Agama, perubahan harus dilakukan dengan membangun sistem, sebagaimana ungkapan bijak menyatakan, Dalam sistem yang baik, orang yang tidak baik menjadi orang baik. Tapi dalam sistem yang buruk, orang yang baik bisa menjadi tidak baik.

“Semua langkah dan upaya Reformasi Birokrasi bukan saja untuk meminimalisir penyimpangan dan malpraktik birokrasi, tetapi sekaligus untuk menciptakan lingkungan positif bagi setiap orang untuk berkarya dan berprestasi sesuai bidang dan kompetensinya”.Bagi Menteri Agama, birokrasi dituntut untuk berpikir out of the box serta melakukan perubahan guna meraih kebaikan dan kemaslahatan yang lebih luas. Sebagai institusi yang membawa nama “agama”, orientasi kerja sebagai pejabat dan aparatur Kementerian Agama haruslah mencerminkan kemuliaan agama. Demikian sambutan Menteri Agama RI yang disampaikan oleh Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si., dalam kegiatan upacara tersebut. [Humas Al-Jami’ah]

Leave a comment