News

Tanoto Bangun Pondasi Budaya Perbaikan Kualitas Berkelanjutan bagi Calon Guru

Mahasiswa calon guru harus dibekali budaya melakukan perbaikan kualitas secara berkelanjutan atau continuous quality improvement (CQI). Setiap mengajar, guru akan menghadapi tantangan-tantangan yang berbeda, seperti ketika pandemi melanda. Untuk itulah CQI sebagai salah satu ciri profesional, harus ditumbuhkan dalam diri mahasiswa program pendidikan profesi guru (PPG) prajabatan. Demikian disampaikan Prof. Muchlas Samani, Guru Besar Universitas Negeri Surabaya dalam Seminar Inovasi LPTK Ciptakan Guru Unggul yang digelar Tanoto Foundation, Kamis (4/11/2021). Menurutnya, keseiramaan LPTK dan sekolah mitra merupakan hal mutlak. Hubungan dosen pembimbing lapangan (DPL) dan guru pamong (GP) harus seperti hubungan suami istri yang sedang bekerja sama membimbing anaknya untuk tumbuh, yaitu mahasiswa PPG. Prof Muchlas juga menyebut, program penguatan DPL dan GP dalam Program PPG prajabatan yang diinisiasi Tanoto Foundation, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Medan, dan Universitas Pendidikan Indonesia berhasil membuat hubungan DPL dan GP makin harmonis melalui kegiatan lokakarya bersama. “Tidak terlihat adanya gap, bahkan DPL dan GP sudah tidak sungkan untuk saling memanggil nama masing-masing,” jelas Prof Muchlas yang menjadi adviser dalam program tersebut. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Dengan berkurangnya permasalahan gap psikologis antara DPL dan GP, kemampuan mengajar mahasiswa PPG pun akan bertambah baik karena ada komunikasi yang baik antara DPL dan GP untuk terus berimprovisasi dalam mendampingi mahasiswa. “Intinya, perbaikan kualitas secara berkelanjutan bukan saja tanggung jawab guru, tapi juga dosen LPTK dan semua pendidik yang ada,” tambah Prof Muchlas. Baca juga: Seminar Nasional LPTK: Kolaborasi dan Reflektif Jadi Kunci Penyiapan Guru Unggul Growth mindset sebagai karakter calon guru Prof. Aan Hasanah, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengatakan, budaya perbaikan kualitas secara berkelanjutan juga harus dibarengi dengan ditanamkannya dua nilai penting pada mahasiswa calon guru. Pertama, resiliensi untuk menyelesaikan permasalahan yang ditemukan. Misalnya jika permasalahannya adalah terbatasnya media pembelajaran, maka guru harus bisa mencari opsi lain bagaimana bisa menyampaikan pembelajaran dengan media yang ada.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Tanoto Bangun Pondasi Budaya Perbaikan Kualitas Berkelanjutan bagi Calon Guru”, Klik untuk baca: https://www.kompas.com/edu/read/2021/11/05/121928171/tanoto-bangun-pondasi-budaya-perbaikan-kualitas-berkelanjutan-bagi-calon.
Penulis : Yohanes Enggar Harususilo
Editor : Yohanes Enggar Harususilo

Leave a comment

Open chat
Ada Pertanyaan atau Keluhan?
LaDuWa FTK
Assalamulaikum
ada yg bisa kami bantu?
slot deposit pulsa casino online deposit pulsa slot deposit dana 10000 slot deposit e money slot deposit dana slot online terpercaya slot online id pro slot online mpo slot online slot pragmatic play slot joker123 gacor situs judi togel resmi situs judi togel resmi slot live22 mudah menang slot online deposit pulsa slot online pulsa 5000 slot pragmatic mudah menang bola sbobet slot online deposit dana
Nxslot88 Nxslot88 Daftar Nxslot88 Slot Pragmatic Gacor Lexusmpo Slot Live22 Tangkasnet Gacor388 Slot Online Slot Deposit Pulsa Slot Mudah Menang Daftar Slot Pragmatic Daftar Slot Joker123 Slot Bonus New Member IDN Poker Online Poker Deposit Pulsa Live Casino Online
Slot Deposit Dana Slot Deposit Dana